Text 16 Apr Menikmati hidup ! (Anonymous)

Ada dua orang pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di sebuah gunung. Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng. Jalannya tersendat-sendat karena mesin tuanya.  Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemaskan kondisi mobil. Ia terperangkap rasa kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan. Ia kuatir kalau bensinnya habis dan tidak ada pom bensin di sana. Sementara, pelancong kedua tampak santai-santai saja. Ia begitu menikmati pemandangan indah bukit-bukit di negeri cokelat itu. Bukit-bukit yang pucuknya dihiasi salju putih. Beberapa kali ia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya. Setelah satu jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yang dituju. “Koq kamu sempat-sempatnya ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tidak cemas?,” tanya pelancong pertama. “Apa yang perlu dicemaskan? Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi,” kata pelancong kedua. 

Kisah tadi menolong kita untuk memahami bagaimana seringkali kekuatiran membuat kita kehilangan banyak hal yang berharga. Lebih buruknya lagi, seringkali kekuatiran itu tidak terbukti separah yang kita kuatirkan atau malah tidak terbukti sama sekali. 
“Kekuatiran tidak akan menambah sejengkal pun panjang usia kita.” Banyak orang hidup dalam kekuatiran dan cemas mengenai apa yang belum terjadi. Orang sering takut dan tidak tahu apa yang ia takuti. Akhirnya, orang yang seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.

Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang-orang yang mampu menikmatinya dengan penuh syukur.

JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar. Ada menit yang harus dilalui dengan MANIS, ada pula menit yang harus dilalui dengan PAHIT.

Jalanilah setiap DETIK dengan IMAN dan KASIH kepada TUHAN agar kita menjadi lebih BIJAKSANA dalam menjalani kehidupan ini…..

Text 12 Jan Titipan (Rendra)

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobil/motorku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putra/putriku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya :
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan spt matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

(Ditulis W.S. Rendra (Alm.)saat akan meninggal di RS).

Text 5 Jan ….

Waiting for godot

Photo 3 Jan King Cobra

King Cobra

Photo 3 Jan Snake in my Factory

Snake in my Factory

Photo 3 Jan Lbrn 2011

Lbrn 2011

Photo 3 Jan Lbrn 2011

Lbrn 2011

Text 3 Jan Ngantux !

• Ngan to the tux •

Text 3 Jan Aniv’

2111 - 23112011 - 2411

Text 3 Jan Selfnote

Sesuatu yg dilakukan terburu2 tak akan menghasilkan sesuatu yg baik.

Photo 3 Jan Fav topic

Fav topic

Photo 3 Jan 1st

1st

Text 3 Jan Sleepless

Can’t Sleep..

Photo 11 Jun
Text 26 May ♥ ♥

saat kenyataan tak seperti yg kita bayangkan dan kita tetap menghidupi bayangan itu, kita sedang hidup dlm Ilusi tak lain membiarkan diri tetap dlm kesedihan dlm hidup yg hanya sekali.


Design crafted by Prashanth Kamalakanthan. Powered by Tumblr.